James Koloay Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Musim Kemarau

Terkini 02 Sep 2026 08:08 • 2 min read • 28 views • By (01and)

Share berita ini

James Koloay Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Musim Kemarau
MINSEL, Amurangpost.my.id — Cuaca ekstrem pada musim kemarau yang berkepanjangan mulai menjadi perhatian serius. Kondisi panas, minimnya curah hujan,...

MINSEL, Amurangpost.my.id — Cuaca ekstrem pada musim kemarau yang berkepanjangan mulai menjadi perhatian serius. Kondisi panas, minimnya curah hujan, serta keringnya vegetasi meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di kawasan perkebunan warga.


Ketua DPD Partai Perindo Minahasa Selatan, James Marsel Koloay, mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.


Menurut James, musim kemarau bukan hanya berdampak pada ketersediaan udara, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan jika masyarakat tidak melakukan langkah pencegahan sejak dini.


“Kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama. Jangan membakar sampah, lahan maupun semak-semak secara sembarangan. Dalam kondisi kering, api sangat mudah menjalar dan sulit dikendalikan,” ujar James.


Sejumlah Bahaya Mengintai Saat Kemarau Musim kemarau berkepanjangan dapat menimbulkan sejumlah risiko yang perlu diantisipasi masyarakat, antara lain:


1. Kebakaran hutan dan lahan Daun, rumput, semak, dan lahan yang mengering menjadi bahan yang mudah terbakar. Api kecil sekalipun dapat dengan cepat membesar, terutama ketika disertai angin kencang.


2. Kurangnya udara bersih Berkurangnya curah hujan dapat menyebabkan sumber-sumber udara mengalami penurunan debit. Masyarakat perlu menggunakan udara secara hemat dan bijaksana.


3. Gangguan kesehatan akibat udara berdebu dan asap Kemarau yang kering dapat meningkatkan debu di lingkungan. Apabila terjadi kebakaran, asap juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kenyamanan masyarakat.


4. Risiko kebakaran di sekitar organisasi Lahan kosong, rerumputan kering, serta tumpukan sampah yang mudah terbakar dapat menjadi sumber api yang mengancam rumah dan fasilitas umum.


5. Ancaman terhadap pertanian dan kekurangan udara dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian.


Oleh karena itu, petani perlu menyesuaikan pengelolaan lahan dengan kondisi cuaca. James Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan James juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai terjadi bencana.


Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama mulai dari lingkungan keluarga, desa, hingga masyarakat luas.


Ia mengingatkan agar warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan bila melihat titik api atau kepulan asap yang mencurigakan.


“Kewaspadaan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita menjaga lingkungan, hemat udara, mencegah kebakaran dan saling mengingatkan. Jangan sampai kejahatan kecil berubah menjadi bencana besar,” tegasnya.


James berharap seluruh masyarakat Minahasa Selatan dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih waspada, menjaga lingkungan dan mengutamakan keselamatan bersama.


“Mari alam jaga, jaga sesama dan jaga rumah kita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutupnya. (01dan)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Amurang Post
Chat with us on WhatsApp